Kebutuhan yang nyata dialami oleh pihak manajemen properti adalah sistem ICT yang memiliki awareness dan mampu memberi insight bagi para pembuat keputusan. Hal ini disampaikan oleh Ibu Lisa, General Manager Bimasakti (software properti dari Realta) yang turut menjadi pemrasaran pada International Building and Facility Management Conference 2016 di Hotel Ciputra beberapa waktu lalu.

 

Tampil sebagai salah satu pembicara pada sesi seminar yang dipraksai oleh BOMA Indonesia tersebut, Ibu Lisa menjelaskan bagaimana teknologi bisa membantu meningkatkan kinerja manajemen properti.

 

 

Lisa, General Manager BIMASAKTI

 

"Beberapa kasus di lapangan menunjukkan bahwa faktor LUPA dan SALAH masih menjadi masalah bagi para pemilik dan manajer properti. Billing yang bersifat tidak massal kerap tidak berhasil ditagihkan. Begitu juga profile dari tenant tidak lengkap terdokumentasi atau salah dalam pencatatannya sehingga tidak bisa dianalisa guna pengambilan keputusan relevan berikutnya", papar Lisa.

 

Lanjut Lisa, kurang maksimalnya pengelolaan gedung semacam ini membutuhkan suatu sistem ICT yang mampu melakukan 4 fungsi utama dalam pengelolaan gedung. 

 

Pertama, sistem ICT tersebut mampu menciptakan awareness

 

Kedua, sistem tersebut menguasai dan mengikuti business process dari properti yang dilayani mengingat setiap properti memiliki kebijakan dan proses bisnis yang bisa bervariasi dengan properti lain.

 

Ketiga, mampu melakukan pencatatan (dokumentasi) sesuai dengan SLA (Service Level Agreement).

 

Keempat, memberikan analisis yang lebih baik.

 

"Jika properti dilengkapi dengan sistem yang menyediakan keempat fungsi ini, improvement secara berkelanjutan akan membuat properti tersebut tetap unggul dan menjadi pilihan", simpul Lisa.

 

Pemrasaran kompeten lainnya turut memberi masukan pada perhelatan ini, antara lain Bapak Irwan Sendjaja (Presiden BOMA Indonesia), Bapak Faisal Basri (Dosen FE UI), Bapak Eddy Leks (Leks & Co), Bapak Andreas Kartawinata (RPM Indonesia) dan Prasetyoadi (Green Building Council Indonesia).

 

 

Seluruh peserta dan pemrasaran

 

 

Seminar yang diadakan dari 29-30 Maret ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh BOMA Indonesia. Sebagai bagian dari BOMA Internasional, BOMA Indonesia sendiri mewadahi para profesional di sektor bangunan atau properti, yakni para pemilik bangunan, manajer, pengembang, profesional leasing, korporasi manajer fasilitas, manajer aset, dan penyedia produk dan layanan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan properti komersial.